Allahumma solli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.

Allahumma solli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.
Allahumma solli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.

Saturday, December 18, 2010

Garden of Knowledge & Virtue.

Alhamdulillah. All praises to Allah, The Sustainer and The Lord of The Universe.


It had been a hectic week since I'd been officially enrolled as a student of IIUM. MasyaAllah, I can't describe the feeling of being a part of this honorable university. Alhamdulillah, everything was going just fine. Can't thank Him enough for every things He simplify for me.

Triple ICE - IIICE - Visions of IIUM.

I - Internationalization
I - Islamization
I - Integration
C- Comprehensive
E - Excellence



Honestly, before I stepped foot on IIUM ground, I have no idea about the internationalization the university trying to carry as one of their vision. It does really feel like I'm studying in the oversea.

The best and the difference about the foreigner students here is they are mostly muslim and we can freely spread Salam among ourselves. The typical perception of "mat salleh = non-muslim" no more is applied. There's so much variation of cultures and it's something I enjoy. Not to mention the Islamization occurence, the brotherhood here, masyaAllah I'm speechless.

Of course for them to be studying in Malaysia, they must be smart enough. Therefore, the competition is rather high. IIUM is genius enough to bring an interracial competition among students, in fact it's a pure force of motivation to achieve excellence.

Here, I get to know many friends of various background, who are special in their own way. Some of them are exceptionally different from the others. Besides, I have chance of getting to know great naqib/murabbi and those who are in a same fikrah.

There's always something worth sharing :

1. An ustaz taught us a great doa : Ya Allah, guide me to the people who will guide me to You. Take me to the people who will take me to You.
 2. Be sensitive of the hidden, the ghaib, the unseen. Iman is to believe what you don't see and the reward is to see what you believe.
3. Make a habit to go for a difficult situation. Experience is a great teacher.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

4. Don't be shy or intimidated to do something good/ibadah. It is between us and Allah when it comes to ibadah. Race, strive to be in the first right saff for an example. Fastabiqul khairat, ibadah racing.

5. A prof said something remarkable yet very true :

Don't aim for the grades and pointers, study for the passion of seeking knowledge. And the grades, pointers and success will come as a bonus.

6. People say "Smile and the world will smile at you." Yeah, smile and InsyaAllah He will widen your rizk, full of barakah.

7. Get used to be successful. Be aware of surrounding, no more of spoon-fed and comfort zone to live on.

Telling a lot of things in a session will have a risk of remembering none. InsyaAllah, may Allah continuously give guidance to us and always be among the mindful.

As the most brilliant men are those who always remember of death and prepare for it.

Friday, November 19, 2010

What's your favorite laying side?

What's your favorite laying side, while sleeping?

I found this http://www.steadyhealth.com/Laying_on_left_side_causes_indigestion_t109580.html

Some people are complaining about complications they experienced while sleeping by laying on the left side
and reminds me of The Prophet's SAW way of sleeping.

It's a sunnah to lay on the right side while sleeping, and of course even better if you are facing the kiblat and putting your right cheek on the right palm (sunnah).

Why the right side?

Our hearts are placed in the left side of the body (except very few on the right side), so while we are sleeping on the left side, the heart will be in a relax position where most likely make us too comfortable causing overslept and missing our Fajr prayer.

While The Prophet SAW taught us to lay on the right side so that we are not too comfortable in sleeping (either side is comfortable though), helping us to wake up on the 1/3 of the end night easier. We get better chance to wake up early and prostrating ourselves to Allah SWT.

It is said a muslim who wakes up early performing Tahajjud prayer will be much more productive on the day than those who don’t.
A video which briefly explains the above statement :
video
`

Even scientific researches on the Tahajjud prayer found out that is a good therapy. Healthier lifestyle as to say. (Gotta dig more details on these.) But of course the purpose you are praying is solely for Allah SWT. Gotta set our nawaitu straight first.

Tuesday, November 16, 2010

Puas sudah.

Puas sudah,
Kucari kebahagiaan,
Di sisi teman-teman,
Kudapat hanya kelalaian,

Ku cari lagi,
Di hati seorang kekasih,
Kudapat hanya kekecewaan,
Dan ku terus mencari,
Dalam meniti hari,
Penuh kekosongan...

Oh, di mana lagi harus ku mencari,
Membawa sekeping hati,
Yang sarat kerinduan,
Rindu yang tiada haluan,
Aku keliru sendiri,
Apa yang kucari?
Apa yang kuperlukan?
Aku masih tak bisa mengerti,
Yang pasti,
Kekosongan hati ini minta diisi.

Sejenak ku tersedar,
Aku mencari cinta agung,
Buat jiwaku yang merindukan,
Hakikat kebenaran,
Cahaya yang membelah kegelapan,
Melimpah cemerlang mengisi kekosongan.

Ku sedar,
Destinasi pencarianku di sini,
Ku mencari-Mu Tuhan,
Mengaharap keredhaan,
Menagih kebahagiaan,
Dari sinar cahya iman
Syawqah, Taman Islam.

(Novel Tautan Hati -Fatimah Syarha Mohd Noordin)

Monday, November 15, 2010

Sweet dreams.

It's funny how dreams can affect people.
Yes it affected me.

Indeed, good, sweet and beneficial dreams come from Allah SWT, and the evil one from the satan.

I had 2 dreams in 2 sleeps. First from the person I love, and the second from Maher Zain! Yea I mean that InsyaAllah-MaherZain. I know i mean him haha. I was like his best friend in the dream.

I was using VIP lift and the moment I got out, Maher Zain was there in the room! 
(MasyaAllah I still remember the way he smiled at me the last time I went for his showcase in Shah Alam)

MasyaAllah, both of them are giving me good advises by texting/sms. (yes we were texting in dream)

Generally, they are telling me to be better, to shift my paradigm to a whole new level, - in all aspects.
(I managed to get his signature though 9: )

Funny, yet motivational, very.

Alhamdulillah. Thank you Allah.

ps - the words in purple really happened, not a dream!

Saturday, November 13, 2010

Kenapa mencari bala?

Bukan Balamurugam, atau Balachandran.

Tetapi ini bala bencana.
Inilah salah satu tanda kedatangan hari kiamat. 

Baru seusai menonton Majalah 3 menyiarkan tentang letusan gunung berapi di Yogyakarta. Ketahuilah bala bencana tidak datang begitu sahaja, tetapi itu amaran, balasan, malapetaka yang diturunkan oleh Allah SWT.

Yang menggeramkan penulis ialah, tentang pemimpin2 Malaysia sendiri yang masih tidak sedar akan kepentingan mencari keredhaan Allah SWT.

Dengan cadangan menjadikan Malaysia menjadi hab hiburan, 10 kelab malam akan dibina, di Lembah Klang pulak tu. Exco mereka memberi ulasan, -kita mesti pandang positif benda ni - kelab malam ini khususnya untuk pelancong luar negara - tiada masalah bla bla dll. (dari surat khabar sinar)

Wahai pemimpin, mengapa mencari bala? Bayangkan mereka di Indonesia, harus berkorban meninggalkan aset2 mereka dan lari ke tempat yang selamat. Letak diri kita di tempat mereka. Sanggup?

Rakyat Malaysia harus rasa bertuah, maksiat2 yang dilakukan oleh mereka yang zalim itu ditutup oleh mereka yang 'alim beribadah. Pernah dengar di ceramah, di satu tempat itu ditutup 70 maksiat yang dilakukan oleh orang zalim kerana adanya seorang 'alim yang kuat beribadah di situ. Allahu'alam.

Kelab malam ini dikhususkan untuk pelancang luar negara?
Patutnya mereka memberikan contoh terbaik dengan menggunakan Islam The Way of Life supaya mereka pelancong luar negara atau dalam sendiri, yang bukan Islam merasa tertarik dengan pendekatan yang mereka terima.

Ini tidak.

Digalakkan lagi mereka ini melakukan maksiat. Sayang, mereka mempunyai kuasa untuk berdakwah secara globalisasi tetapi tidak dilaksanakan. Sayang, menyesal tak sudah bila semuanya dihisab kelak.

Di samping kita mendoakan dikurniakan hidayah untuk kita dan kaum keluarga atau sahabat, marilah kita juga mendoakan para pemimpin kita agar kembali menegakkan undang-undang Islam, meletakkan Islam itu di tempat tertinggi, Islam didahulukan, keredhaan Allah diutamakan.

Ya Allah, lindungilah negara kami dari bala bencana...


ps - Pengacara M3 itu bernasib baik tidak diragut nyawa semasa membuat dokumentari di Indonesia sana. Allah masih memberi peluang untuk anda, semoga dikurnia taufiq dan hidayah, amiin.

Thursday, November 11, 2010

Allah knows best.




30 Posts, last published on Aug 10, 2010

Whoa, lama juga tak update blog.
Maklumlah, it was a dark time for me. Dan sibuk dengan persiapan tertiary education.

Long story cut short, I didn't meet the requirement to study in the overseas. 6 markah membezakan segalanya. 6 markah menjadi penghalang untuk aku menjejak kaki ke dalam kapal terbang MAS!


Saya sudah berusaha bersungguh-sungguh, namun ketetapan Allah itu tetap akan berlaku. Hanya boleh redha.

Only 12 out of 29 made it. Congratulations to you guys! Allah telah menetapkan Spain itu takdir enteorang awal2 lagi.
Yang 17 itu, tak semestinya tidak berjaya. Ini adalah ujian yang harus kita tempuh.


Failure is only a temporary change in direction to set you straight for your next succcess.

Antara sebab Allah sengaja menggagalkan kita :
1. Agar kita mendapat iktibar, memperbaiki kesilapan lalu.
2. Boleh jadi kamu benci pada sesuatu itu padahal ia baik buat kamu.
3. Melihat siapa yang tabah dapat tempuh ujian ini.
4. Allah merindui rintihan doa hamba2Nya yang memerlukan pertolongan serta sedang dalam kegelisahan.
5. Tarbiah secara direct dari Allah, untuk menjadikan kita lebih tabah, matang dan cerdik dll Allhu'alam.
6. He knows best. He knows best. Banyak hikmah, ada yang kita dah kupas sendiri dan 1001 yang menanti ke hadapan.


Sekarang terserah pada kita bagaimana kita hendak menghadapinya dan bergerak kehadapan.
Serugi-rugi orang ialah mereka yang tidak mengambil iktibar akan kegagalan mereka, dan meneruskan gaya hidup mereka di takuk lama. Na'uzubillah.




Though it was heavy but I keep trying to see this in a positive way.
Sesiapa yang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupkan baginya.
Alhamdulillah, akhirnya aku dapat redha dengan ketentuan Allah.

IPTA atau IPTS sekarang?
.
Bersyukur tak terkata bila dapat panggilan untuk interview oleh UIA/IIUM, (IPTA idaman).
Dan Alhamdulillah, berkat doa keluarga dan semua orang, akhirnya sampai juga offer letter ke rumah.
(Sangat terhutang budi pada Keluarga Puan Hasleena. Hanya Allah yang dapat membalas jasa puan.)

Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya?


ps - Rakan-rakanku yang berjaya menyambung ke luar negara, ingatlah anda insan terpilih oleh Allah untuk melalui jalan yang sukar itu. Banyak ujian yang akan anda tempuhi. Stay firm in your akidah, dan berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah. InsyaAllah anda akan berjaya dunia akhirat.


- Rakan2 yang menyambung di dalam negara, di mana pun kita belajar biar niat kita betul. Belajar ikhlas kerana Allah. Kita sedang membawa panji2 Islam dalam jihad menuntut ilmu. Tunjukkan contoh yang terbaik sebagai seorang muslim di tempat belajar supaya mereka non-muslim akan tertarik dengan keindahan Islam itu sendiri.



Tuesday, August 10, 2010

Oh Ramadhan..


Oh Ramadhan..

Betapa jahilnya aku dahulu..
Membiarkan dirimu pergi tanpa tangisan..
Tanpa rasa rindu..

Jahilnya aku dahulu..
Tidak menitik beratkan soal ibadah..
yang ganjarannya terlalu besar untuk diungkap..
Tidak terungkap..

Namun kini ku sedar..
Betapa besarnya makna dirimu..
Takkan ku ulangi kesilapan dahulu..

Kan ku cuba sedaya upaya ya Ramadhan..
Untuk menjadikanmu Ramadhan yang terbaik..

Ya Allah, betapa besarnya nikmat yang tersedia buat hamba2Mu..
Pahala ibadah sunat bagaikan pahala ibadah wajib..
Tidak terhingga segala nikmat..

Malam Lailatul Qadar tersedia untuk diburu..
Diburu hambaMu yang dahagakan redhaMu..

Ku pohon ya Allah..
Sempatkan aku untuk hidup pada bulan penuh suci ini..
Ballighna fi Ramadhan Ya Allah..
Ballighna fi Ramadhan..

Monday, August 9, 2010

Pakcikku.. Alhamdulillah


Seusai mengimamkan ibuku solat zohor, ibuku memberitahu akan satu berita yang sangat gembira!

MasyaAllah, Subhanallah, Alhamdulillah.

Tak terkata indahnya berita itu. Aku dan ibuku bersyukur tidak putus2. Air mata mengalir kegembiraan dan tersentuh kerana akhirnya doa dan usaha dikabulkan Allah.

Pakcikku yang ku panggil pak sol, akhirnya kembali kepada jalan fitrah iaitu jalan Islam. "Pak sol sudah kembali solat". Ibuku berkata.

Aku bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, bagaimana pak sol boleh berubah?

"Pak sol kata, dia bermimpi dan dalam mimpinya ada orang menyerunya untuk kembali bersolat, mungkin itu arwah neneknya. Dan bila dia bangun dia terdengar satu lagu nasyid,
~walaupun hidup seribu tahun kalau tak sembahyang apa gunanya~
dia terpaku, berfikir panjang, tersentuh. Kebelakangan itu juga ada beberapa hamba Allah yang menasihati, memujuknya kembali ke jalan Allah."

Ibuku menyambung, "Pak sol cakap kat mak, dia ada baju melayu semua tapi tiada kain pelikat." Ibuku berazam untuk membelikan kain pelikat dan sejadah baru untuknya dan terus membimbingnya.

Tersentuh mendengar cerita ibuku itu.

Benarlah, hidayah itu milik Allah.

Maha Suci Allah, yang berkuasa mengatur segalanya. Dimakbulkan doa2 hambanya yang tidak putus2 mendoakan dan mengharapkan taufiq dan hidayah untuk diri dan orang lain. Sungguh, doa perlu diiringi dengan usaha.

Walaupun hidup pakcikku itu tidak seberapa, tetapi hidayah yang baru diterimanya adalah harta yang tidak ternilai harganya.

Semoga pak sol terbimbing dalam jalan yang sudah lama ditinggalkannya, dipermudahkan segala urusan untuk menuntut ilmu dan beribadat sebanyak2 yang boleh sebelum seruan ajal mendatang.

Segala puji bagiMu ya Allah, Alhamdulillahirabbil 'alamin, hamdan syakirin.

ps - masa kecik2 dulu, ibuku selalu menghantar aku ke rumah paksol. Paksol menjaga aku dengan sgt baik. Bait2 memori ketika ku kecil di rumah paksol kembali bermain..

WOW 2010!



Okay, ada nampak tak post sebelum ini tentang Wonderful Overseas Weekend anjuran iluvislam.com? :D

Alhamdulillah.

Ditakdirkan untuk dapat pergi, banyaknya ilmu yang diperoleh. Bukan sahaja itu, dapat juga merasa betapa manisnya jalinan ukhuwwah yang terjalin bersama akhi2 yang sefikrah.

Satu yang rasa pelik, walaupun ini bukan kem motivasi atau kem bina insan, tetapi impak dari kem ini terlalu besar rasanya daripada kem2 yang pernah saya pergi sebelum ini.

Fikir saya, ini kerana kem ini berlandaskan Islam itu sendiri. Meletakkan Islam sebagai priority utama.

Dengan tiadanya pergaulan lelaki perempuan, pandangan mata dapat dikawal.

Dengan adanya saranan untuk berqiam, tenangnya hati untuk menjalani program2 seterusnya.

Dengan mantapnya pengisian rohani oleh ustaz2 jemputan, sedarnya akan diri ini akan tujuan hidup sebenar kita.

Dengan manisnya senyuman, nasihat-menasihati antara sahabat2, betapa manisnya jalinan ukhuwwah itu sendiri.

Pada hari terakhir, suasana gembira bercampur sedih. Gembira kerana mendapat kenalan2 baru dan ilmu yang berharga. Sedih kerana perpisahan. Sesungguhnya setiap pertemuan itu ada perpisahan. Air mata menitis kerana jalinan ukhuwwah.

Bukankah Islam itu indah?
And from this program I acquire something valuable which I don't get from other programs. Alhamdulillah.

If you have a fb account, you may as well watch the closing video !
http://www.facebook.com/video/video.php?v=421010159373

ps : This progam is a must-must-attend-program for those who going to pursue their studies in the overseas. A real-deal recommendation for my pre-spain juniors!

MasyaAllah, dapat berjumpa dan berborak dengan ustaz kegemaran yang sangat dikagumi iaitu Ustaz Hasrizal Abdul Jamil. Dan juga ustaz2 lain yang baru kenal tapi begitu mantap penyampaian dan ilmunya. Ustaz Hasrizal banyak memberikan nasihat dan dorongan kepada saya yang bakal melanjutkan pelajaran di bumi Andalusia.

Dan juga dapat bertemu dan berborak dengan presiden iluvislam sendiri iaitu saudara Imran Koyube. Beliau banyak memberi aspirasi kepadaku. :)

Sunday, July 11, 2010

WOW!! Saya nak pergi WOW 2010!



Sejurus sahaja ana tahu tentang kursus ni, ana terus mendaftar tanpa segan silu. Ya, dah memang lama ana nak join aktiviti ILuvIslam. Dulu ada sekali aktivitinya tapi terlepas dan tak dapat pergi pun. Alhamdulillah time tahu tentang kursus ni dari kawan, dead line esok je. So cepat2 daftar dan baru petang tadi sudah bank in duit pendaftarannya RM9.99. Ya Allah, semoga aku terpilih untuk mengikuti kursus ini.

Ana terus bersemangat selepas melihat promo videonya, bila menunjukkan ustaz kegemaran ana, iaitu ustaz saifulislam, Ustaz Hasrizal turut serta. Banyak benda yang hendak dikupas yang ana tak tahu langsung pun tentang persediaan ke luar negara.

Semoga dapat dimanfaatkan bersama.

BTN

BTN

Biro Tata Negara, 5 hari 4 malam. Di Kuarters KLIA, Nilai.

Biasalah, bila mula2 nak pergi kem2 apa pun, mula2 mesti rasa malas. Tp bila dah kat sana baru syok. Tapi tak sangka betul, BTN ni memang best!

I don't want to go for details but I'll just explain a little bit of my experience worth to share.

Whats boring?
1. Bila duduk dalam dewan dengar pembentangan dari penceramah2. Cuma ada 1 penceramah tu je yang langsung tak bosan. Banyak feedback kata "ni kalau sambung lg 2 jam pun tak apa", "tak terasa langung la 2 jam tu, macam sekejap je".

2. LDK, ada yang bosan dan ada yang okay. Paling tak tahan duduk 2 jam tanpa sandar dengar fasilitator kumpulan tu bercakap. Tapi Alhamdulillah, isi yang disampaikan itu penting.

3. Handphone kena ambil. Dan dipulangkan lepas habis ujian pada hari ke-5.

4. Tiada kembara! Sebab tempat tu baru. Orang kata kembara tu best tp penatlah.

Whats fun?
1. Meeting your friends! As many people say "Free reunion".

2. Making new friends! Sharing stories about our courses and about the countries we going to pursue our studies!

3. Interesting activities from the facilitators!

4. Food!

5. Senaman! Pegawai Kuarters KLIA yang conduct senaman tu memang kelakar dan friendly.

I would like to share what caught me on the last night of BTN. It was something new to me.

Malam terakhir tu adalah malam yang terbaik antara 4 malam tersebut.

1. Along say
2. Lagu Ada Si Ulat Bulu/Odo so olot bolo/Idi si ilit bili/Udu su ulut bulu/Ede se elet bele
3. Menjadi conductor orchestra.
4. Ni best. Setiap kumpulan diberi 2 jalur kain. Tanpa membuka mulut, setiap kumpulan perlu buat sesuatu yang berharga. Siapa yang ditangkap bercakap akan ditangkap polis. Selepas 5 minit yang pertama, seorang wakil boleh ronda untuk lihat perkembangan kumpulan lain.

Okay, see the trick here?

Ada lebih kurang 9 kumpulan. Setiap kumpulan ada dalam 7 orang. Suasana yang amat memegunkan bila semua peserta ini berganding bahu, bekerjasama untuk menghasilkan sesuatu yang berharga.

Rupanya 2 jalur kain itu adalah jalur2 kain bendera Malaysia yang perlu dicantumkan oleh setiap kumpulan, tanpa mengeluarkan suara walaupun berbisik!

Sesiapa yang ditangkap berkata-kata akan ditangkap polis dan ditarik keluar tanpa rasa belas kasihan, malah diherdik, ditengking, sehingga ada yang menangis.

Menariknya, sedang sebahagian mereka bekerjasama mencantumkan bendera itu, sebahagian mereka yang masih belum tertangkap bekerjasama pula membebaskan sahabat2 mereka yang tertangkap di luar dewan. Dengan pelbagai trick digunakan, berlari, menipu polis untuk keluar dewan, lalu menguncikan pintu bila mereka yg tertangkap itu sempat melarikan diri masuk ke dalam dewan. Ajaibnya, semuanya dilakukan dengan senyap sekali.

Mereka yg cuba membebaskan mereka itu berkata seperti ada satu perasaan perjuangan yang tak boleh diungkap kata2. Mungkin begitulah perjuangan nenek moyang kita ketika dahulu. Yang peserta BTN ni lalui baru sikit.

So far Alhamdulillah, BTN ini berjalan dengan lancar, dan memberi impak positif namun perlu juga ditegur atas kelemahan2. InsyaAllah akan mereka perbaiki.



Saturday, July 10, 2010

Hari2 terakhir di Kulim.


27 Jun 2010, hari Ahad. Aku sempat meluangkan masa bersama Abang Irfan, Anwar, Asyraf dan Safwan. Abang Irfan mengajak kami ke Bukit Merah Laketown Resort. Itulah usrah kami yang terakhir. Salam perpisahan bersama dai’e kami, Abang Irfan . Betapa banyaknya ilmu yang dicurahkan kepada mad’unya dan juga masa dan wang ringgit yang dibelanjakannya untuk kami. Hanya Allah yang dapat membalas jasanya.

29 Jun 2010, dalam jam pukul 6.35pm. Masing2 menunggukan masa itu kerana sudah tidak sabar lagi menjerit. Menjerit kegirangan kerana sudah habis exam atau menjerit kerana susahnya soalan tersebut. Boleh dipilih. Alhamdulillah, akhirnya selepas 2 tahun membuat persediaan A-Level di UniKL MSI, akhirnya berakhirnya penantian paper terakhir. Ku jatuh bersujud kepadaNya selepas melakukan solat asar, mengucap syukur yang tidak terhingga, atas nikmat2 pemberianNya.


30 Jun 2010, 9.30am-6pm. Pagi yang indah itu, saya dan rakan2 perlu membuat medical checkup for the purpose of the Visa application. Lama jugak la nak tunggu sorang2 habis kerana semua sekaligus buat dalam 1 klinik swasta. Kos ialah RM80 tak silap, sekali dengan X-ray dan pemeriksaan air kencing. Makan tengah hari di kedai makan yang tak pernah pergi pun selama ni walaupun dah 2 tahun duduk di Kulim. Hari ni jugalah kali pertama saya merasa budu! Dari tak pernah dengar, dan selalu dengar selepas bergaul dengan set2 klate, akhirnya dapat jugak rasa budu! Bersama nasi kerabu. Haha, sedap jugak ye budu, rasa cam sambal belacan. Terima kasih kepada rakan2 yang mengrekomenkan dan juga yang tolong drivekan kami dari Msi ke klinik, dari klinik pergi makan budu.

Nasi kerabu bersama budu. Yum2 kali pertama merasa budu!

Selepas makan tengah hari, kami perlu hadir untuk taklimat terakhir oleh timbalan dekan tentang kos yang kami ambil. Segala jenis dokumen perlu disiapkan dan dihantar sebelum balik kampung.

Selepas siapnya semua dokumen, akhirnya dapat juga meluangkan masa untuk menziarahi sahabat2 msi ana, yang bersama-sama berjuang di bawah nama kelab pusat islam ketika dahulu. Barang2 sudah dipacking, barang2 terlebih seperti baldi, cermin, sabun, tupperware, makanan telah pun saya hadiahkan kpd sahabat2. Hanya kecil sahaja pemberian ana kpd antum. Wak telah memberikanku sebuah buku dakwah yang hebat, sebagai balasan aku menghadiahkannya sebuah jenis buku yang memang kegemarannya, tajuknya Pejuang Kontemporari Islam.

Selepas siap meletakkan barang2 yang dipacking kedalam kereta, dibantu oleh Hafizul, Solihin dan Muslim. Alhamdulillah sempat mendirikan solat Isya' berjemaah terakhir di MSI, diimami oleh saudara Muslim sendiri iaitu dai'e kami. Solat itu.. betapa terharunya aku.. kemungkinan solat terakhir bersama sahabat2 yang kucintai..

Malam itu makan malam di Teja, nasi gorengnya yang terbaik di Kulim bersama rakan2 sebelum bertolak balik bersama rakanku Mas. Pemilik kedai Teja ni memang peramah, selalu bagi discount. Akak Teja tu tahu itu hari terakhir aku makan di situ dan betapa baiknya dia, aku tak perlu bayar 1 sen pun. Semoga dimurahkan rezeki dan diberkati, diberi taufik dan hidayah. :)

Alhamdulillah selamat sampai ke hometown dalam pukul 4-5am! Home sweet home!

ps - thanks a lot mak and kak cik for picking me up at PKNS!

Saturday, June 26, 2010

Lemah

Ku ambil Al-Quran kecil yang diselaputi oleh kulit berwarna coklat cair dan coklat pekat itu. Itulah terjemahan Al-Quran yang emakku sudah lama hendak membeli untukku.

Ku buka, Surah Muhammad. Itulah surah yang hendak ku baca terjemahannya. Dimulakan dengan istiazah dan Al-Fatihah, ku cuba untuk menghayati ayat demi ayat.

Sehingga sampai kepada ayat 14, aku tersentak. Gemuruh anggota badanku. Sedih bercampur terharu. Penuh rasa berdosa. Ku tatapi ayat itu lagi dan lagi, sehingga ku benar2 faham akan maksudnya.

Ku terus membaca terjemahan ayat ke 15, bergetar badanku. Penuh penyesalan. Bergenang. Menyesali dosaku yang menggunung tinggi.. Namun Ya Allah, rahmatMu luas melangit.

Mushaf Al-Quran itu seperti berkata-kata kepadaku.. Memanggilku kembali ke arah amar ma'ruf nahi munkar. Menarikku dari lembah kehinaan, dari lembah maksiat yang penuh dosa busuk.

Oh diri, betapa lemahnya dirimu.

Lemah menangkis bisikan durjana syaitan.

Hanya Dia, hanya Dia yang dapat memberimu kekuatan.

Monday, June 21, 2010

[Exam] Dipermudahkan Urusan



Masa masih tinggal lagi 24 minit, banyak lagi jawapan yang masih belum sempurna.

Walaupun duduk berada di dalam bilik ber-air-cond dan sudah berbeku badan namun jantung masih berdegup pantas, malah otak masih hangat digeser oleh frictional force.

Ya Allah, jalan kira aku dah betul ni, kenapa tak dapat jawapan lagi!

Ya Allah, ini usus perut ke berbelit betul soalannye!

Ya Allah, macam mana boleh lupa formula a^x pulak. Kene taruk 'ln a' ke letak 'e'. Aduh!

Ya Allah, ni soalan benua mana nih, tak pernah buat pung!

Ish, ni soalan fizik ke soalan biology, kenapa tiba2 keluar soalan pasal bacteria nih, memang kritikal thinking betul soalannya.


Yup, soalan dari Edexcel agak mantap dan boleh tahan sukarnya. Itulah antara detik2 cemas yang dilalui oleh diri ini dan kebanyakan rakan2 seperjuangan yang lain pada minggu lepas.

Namun Alhamdulillah, saya amat bersyukur ke hadrat Ilahi. Allah telah memakbulkan doa2 mak ayah yang tidak pernah lesu memanjangkan doa atas kejayaan anaknya, Allah telah mempermudahkan segala urusan, ketika sedang cemas menjawab soalan periksa.

Ketika keadaan itu, saya berhenti sebentar. Botol air yang diletak di atas lantai belah kiri meja digapai. Pelincir itu agak berkesan mengurangkan geseran di otak Alhamdulillah. Seusai itu, daku berselawat, dan meneruskan perjuangan yang masih belum tamat.

Dengan tidak dijangka-jangka, Allah telah mempermudahkan segala urusan. Semua tempat kosong akhirnya berjaya diisi, kalkulator ditekan rakus namun tepat untuk menyemak jalan kerja, tangan dan jari jemari terus menulis pantas jawapan yang baru hadir kerana mengejar masa yang rakus ditelan jam dinding yang digantung di hadapan.

"Time's up!"

Alhamdulillah, hembusan lega dihembus sepenuhnya. Alhamdulillahirabbil 'alamin, hamdan syakirin, hamdan yuwafi ni'mahu wayukafi u'mazidah. Diri ini amat bersyukur kerana Allah telah mempermudahkan segala urusan. Hanya yang tinggal adalah bertawakal dan berserah kepadanya, tidak dilupakan agar tidak meluputkan doa. Ayat 1000 dinar dipegang kukuh di dada.

Sekarang ada gap seminggu untuk dua paper terakhir setelah 5 paper berlalu. InsyaAllah, Ya Allah bantulah aku untuk mepergunakan seminggu ini sebaik yang mungkin.

Tentang peperiksaan yang besar lagi penting ini, walaupun tidak yakin akan semua jawapan saya betul atau tidak, namun entah mengapa saya berasa agak lega dan tidak tension selepas peperiksaan sepertimana kebanyakan kawan2 saya. Saya mampu mengukir senyuman ketenangan dan lega. Mungkin kerana untuk semua paper, ketika sedang bergelut musuh soalan, jawapan2 itu hadir dengan secara tiba. Seperti yang saya cakap sebelum ini, Allah telah mempermudahkan urusan, and I have done my best. ;)

Semoga Allah SWT akan terus mempermudahkan segala urusan kita di dunia mahupun di akhirat. Allahumma Amin.


p/s Duduk paling depan agak tenang, mungkin kerana dapat lebih fokus tanpa perlu menghiraukan orang lain. Sibuk tengok orang lain buat soalan sampai kita jadi cemas pulak nanti.

Monday, May 31, 2010

Freedom Flotilla telah diserang!



Salah sebuah kapal yang mengikuti rombongan bantuan kemanusiaan ke Gaza.


Ya Allah, terkejutnya bila ana mendengar tentang kebuasan Israel yang menyerang rombongan Freedom Flotilla pagi tadi, dan sampai sekarang menurut berita, askar Israel masih melakukan serangan!

Ikuti perkembangan mereka di sini



Padahal mereka masih 65km jauh lagi dari perairan Gaza, iaitu masih di perairan antarabangsa! Mereka tidak boleh dituduh sebagai menceroboh lagi, malah mereka disembur gas pemedih mata.

Mengikut apa yang ana tahu, jika mereka menyerang kapal2 yang masih luar dari kawasan mereka, dan juga menyerang kapal2 (lebih2 lagi kapal bantuan kemanusiaan), mereka ini akan dilabel sebagai lanun, dan adakah Amerika akan menahan lanun2 Israel nih? Tak mungkin!

Perbuatan ini juga bererti, pihak Israel telah mengisytiharkan perang keatas seluruh dunia!

Seramai 8 orang peserta konvoi dari Malaysia yang kita masih tidak tahu bagaimana keadaan mereka :

  • Haji Noorazman Mohd Samsuddin, Biro HALUAN Palestin selaku Ketua Misi LL4G Malaysia
  • Haji Jamuliddin Bin Elias, Yayasan Amal
  • Selamat Ali, Jamaah Islah Malaysia
  • Abdul Halim Mohd Redzuan, Muslim Care
  • Dr Arbaai Shawal, Biro HALUAN Palestin
  • Dr Syed Muhammad Haleem Syed Hasan al-Haddad, Biro HALUAN Palestin
  • Ustaz Alhami Husain Suhaimi, Biro HALUAN Palestin
  • Mohd Nizam Awang, Biro HALUAN Palestin

  • Ya Allah, betapa risaunya ahli2 keluarga mereka yang mengikuti rombongan tersebut. (Latest berita, rakyat Malaysia antara yang cedera)

    Wahai golongan muslimin! Sebarkan, guna kuasa media untuk menyebarkan tentang peristiwa ini. Sistem satelit dan komunikasi mereka mungkin sudah terputus, tapi diharapkan doa kita tak pernah putus untuk mereka.

    Ya Allah, bantulah mereka Ya Allah, bantulah mereka Ya Allah, permudahkan segala urusan mereka Ya Allah. Peliharalah keselamatan dan kesihatan mereka Ya Allah. Hanya kepadaMu kami minta pertolongan Ya Rabbal 'Alamin. Jika mereka ditakdirkan mati dalam rombongan ini Ya Allah, matikanlah mereka sebagai as-Syahid, sebagai para syuhada'. Tabahkan, teguhkan hati2 mereka Ya Allah... dan juga ahli keluarga, saudara mara, dan sahabat2 mereka Ya Allah..

    Butakan mata askar2 laknatullah itu Ya Allah, pekakkan telinga mereka Ya Allah, halakan peluru2 mereka ke atas diri mereka sendiri Ya Allah. Turunkan bala kepada mereka Ya Allah, tenggelamkan mereka ke dasar laut Ya Allah, biarkan mereka ditelan oleh bumiMu Ya Allah, biarkan mereka terhempas dari udara dan langitMu Ya Allah, hilangkanlah kawalan keatas kenderaan2 mereka Ya Allah.

    Bukakanlah hati orang2 yang berkenaan agar konvoi dan rombongan ini dapat mencapai objektif mereka, dapat menghantar semua barang2 ke Gaza Ya Allah... Engkau Ya Rahman, Engkau Ya Rahim, Engkau amat menyayangi hamba2Mu Ya Allah.. sesungguhnya kasihanMu itu jauh lebih hebat dari kasih seorang ibu, makakasihanilah kami Ya Allah..

    Sampaikan doa qunut nazilah kita!

    Thursday, May 20, 2010

    Ya Allah, busynyer!!!

    Subhanallah, setiap hari datang di dalam minda untuk mengupdate blog ni tp apakan daya.
    Sekarang merupakan bulan yang paling busy dan paling penting dalam hidup ana.

    1. Exam A2 pada bulan June, 11/6 - 29/6.
    2. Ulangkaji tiap2 hari.
    3. Tengah mencari momentum yang sudah hilang kerana cuti seminggu.

    Punyalah banyak idea dan peristiwa dan pengajaran yang hendak dikongsikan bersama tetapi ana merasakan seperti tiada masa langsung untuk "real-leisure-time".

    MasyaAllah, kebelakangan ini ana rasakan 24 jam berlalu begitu pantas. Macam bukan 24 jam dah.
    Teringat akan salah satu petanda kiamat iaitu masa akan berjalan pantas. Hmm.

    InsyaAllah mungkin ana akan curi sedikit masa atau tunggu sampai habis exam ana. Cuti 2 bulan (yang penuh dengan agenda pulak lagi). haha. I guess this is growing up.

    Ya Allah, permudahkanlah segala urusan kami.

    Tuesday, May 4, 2010

    Ceramah Konspirasi Zionis




    Ceramah Konspirasi Zionis di USM

    Pada 3 Mac 2010 yang lepas, saya berpeluang untuk mengikut rombongan bas dari uni saya ke USM, Penang, untuk mendengar satu ceramah yang bertajuk Konspirasi Zionis Di Sebalik Kemelut Dunia.

    Sebenarnya saya nampak poster ceramah itu pada bulan 2 di Masjid Politeknik, dan saya amat beria-ia untuk pergi namun apakan daya, sungguh jauh dari Kulim ke Penang. Namun alhamdulillah niat baik saya untuk menghadiri ceramah tersebut diperkenankan selepas saya mendapat tahu bahawa pada hari ceramah tersebut, uni saya akan menghantar 1 bas untuk menghadiri ceramah tersebut. Tanpa melengahkan masa, saya terus ajak rakan2 saya dan menghantar nama ke ustaz yang mengendalikan penghantaran bas tersebut. Saya betul2 bersyukur, Alhamdulillah.
    Di masjid USM.

    Ceramah tersebut cukup memberi kesan yang mendalam kepada diri saya. Tercengang juga mulut ini melihat betapa halusnya konspirasi dan agenda yang dirancang dan dijalankan oleh kumpulan "underground" Freemason/Illuminati. Saya juga amat kagum dengan Al Fadhil Ustaz yang menyampaikan ceramah ini, walaupun masih muda namun tampak bersemangat dan tegas. Nama beliau Ustaz Muhamad Syaari bin Abdul Rahman. Selepas habis ceramah tersebut, saya dan rakan2 saya sempat mengambil nombor contact ustaz tersebut, dengan harapan agar ustaz Syaari dapat membuat ceramah sedimikian di kampus kami pula (UNIKL MSI).

    Ceramah Konspirasi Zionis di UniKL MSI
    Alhamdulillah berkat usaha gigih ahli2 Kelab Pusat Islam UniKL MSI, kami dapat menjemput Ustaz Muhamad Syaari dan menganjurkan ceramah yang sedimikian rupa di kampus kami, bertarikh pada 16 April 2010. Segala tugas, proposal, meeting, perancangan dibuat sehabis baik, maklumlah ini kali pertama Kelab Pusat Islam kami menganjurkan program. Alhamdulillah pada hari yang ditetapkan semuanya berjalan dengan lancar, malah mendapat sambutan melebihi jangkauan asal.


    Saya perasan yang pengisian ceramah kali ini lebih mantop, lebih pengisian dan ada tambahan informasi. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah kerana mempermudahkan segala urusan kami.

    Laman web rasmi Ustaz Muhamad Syaari Ab. Rahman : www.rijal82.blogspot.com

    Sunday, March 28, 2010

    Kekuasaan Cinta


    Tajuk tazkirah : Cinta hakiki (ini adalah draft utk dibuat tazkirah utk usrah kelak, maafkan atas kelemahan saya)

    Pengenalan

    Tazkirah yang ingin saya sampaikan adalah untuk tujuan nasihat dan muhasabah kepada tuan2 dan diri ini juga. Dulu saya ada mendengar satu kata hikmah “kamu tidak boleh mencintai orang lain sebelum kamu mencintai diri kamu sendiri, dan kamu tidak boleh mencintai diri kamu sendiri sebelum mencintai Allah”.

    Ketika itu saya tidak begitu faham akan maksudnya. Dan hinggalah baru-baru ni, saya faham apa yang dimaksudkan. Iaitu cinta yang sebenarnya iaitu cinta hakiki adalah hanya kepada Allah SWT.

    Tapi sebelum saya mengupas dengan lebih lanjut, saya nak kaitkan dengan masalah umat Islam zaman sekarang. Umat islam sekarang tidak seperti zaman para sahabat dulu, jauh sekali bezanya. Salah satu masalah umat Islam ialah walaupun mereka mengaku keimanan, dan mengikut jalan Islam, namun mereka masih melakukan maksiat dan kemungkaran.

    Mereka mengeluh “Aku dah ikut da jalan Islam, solat aku cukup 5x shari (campur qada’), puasa bulan Ramadhan pun boleh tahan la aku puasa (ponteng sket), aurat pun aku slalu tutup (walaupun ada masa terdedah jugak). Tapi kenape aku senang sangat buat maksiat dan perkara dosa ni hah?? Nape susah sgt nk kawal nafsu nih?"

    Dulu, saya tertanya-tanya juga begitu. Namun menjelang dewasa kini, saya sudah mula mendapat jawapannya secebis demi secebis. Jawapannya mudah. Jika kita betul-betul ada perasaan cinta terhadap Pencipta kita, nescaya semua benda baik menjadi ringan dan semua perkara yang mendatangkan dosa akan terhindar dgn sendirinya.

    Begitu juga pada mereka yang imannya turun naik, apabila naik imannya, solat dan ibadahnya dijaga rapi, dan pabila turun imannya, solat dan ibadahnya senang sahaja terbengkalai. Tetapi jika mereka ada 1 perasaan cinta yang kuat, syaitan2 amat susah untuk mengoncangkan iman mereka kerana adanya tembok tinggi yang di bina atas dasar cinta kepada Maha Pencipta. Walaupun iman mereka sedang turun, tapi mereka perkuatkan diri, mereka mencari inisiatif untuk memotivasikan diri kembali, seperti meminta nasihat, berdoa, dan memikirkan tujuan asal kita dihidupkan di dunia ini dan selalu ingatkan kematian. Di manakah kita pergi selepas mati… cukupkah amalanku ini.. adakah dosa2 ku yang banyak itu terampun… adakah Allah sudi menerima taubatku..?

    Perbandingan

    Kiasannya, contoh kita tengok sendiri gelagat manusia sekarang ni bercinta terutamanya dalam kalangan remaja dan siswa, si kumbang sanggup mengorbankan apa sahaja untuk si bunga, dari harta, masa dan tenaga. Bila sudah mabuk cinta, apa saja yg dikatakan si kekasih akan dituruti, semua yang nak diberi, semua benda yang dia tak suka, kita jauhi seboleh mungkin, maklumlah tak mahu mengguris hati si kekasih.

    Namun ingatlah akan 1 kata hikmah ini, "Cintakan bunga, bunga akan, layu, cintakan manusia, manusia akan pergi, cintakan Allah kekal abadi."


    Bagi mereka si pencinta2 manusia ini, adakah rasa cinta kepada Allah itu melebihi segalanya? Apa kata kita halakan rasa cinta yang kuat itu kepada arah yg betul. Cuba kita lihat Rasulullah sendiri dan para2 sahabat. Kerana rasa cinta dan rindu kepada Allah, mereka sanggup mengorbankan, menggadaikan apa sahaja demi Allah. Kerana mereka sedar apa yang mereka ada skarang ini pun hanyalah kurniaan dan nikmat pemberian Allah Ar-Rahman Ar-Rahim.

    Amatlah rugi jika seorang yg melepaskan rindu mereka kpd manusia lain lebih daripada rindunya kepada Allah, dengan membazir masa dan wang, lagi teruk jika mereka tiada talian perkahwinan lagi. Mereka tidak lain tidak bukan telah melakukan zina hati dan boleh mendatangkan dosa tanpa disedari. Amatlah beruntung orang yang menghabiskan rindu mereka kepada Allah dgn bersolat, membaca Al-Quran dan berjaga malam.

    Bagaimana?

    Jadi, bagaimanakah hendak menghadirkan rasa cinta kita? Ada banyak cara yang diajar oleh Rasulullah SAW kepada umatnya yg dikasihi. Saya ambil satu iaitu ibadah paling asas tetapi paling penting, iaitu solat.


    Masalah

    Kita diajar dari kecil utk bersolat, menjelang dewasa kita mula faham akan kewajipan solat utk org Islam. Tetapi sayangnya, bagi mereka yg masih tidak sedar lagi, solat yang dilakukan hanya atas dasar utk mempenuhi peruntukan kewajipan seorang muslim. Mutu dan kualiti solat itu boleh diragui.

    Seperti robot, mereka melakukan solat 5x sehari, meminta pertolongan Allah utk mengabulkan hajat mereka, tapi sayang adakah hati mereka betul2 hadir melafazkan kalimah suci ketika berhadapan dengan Allah.

    Hanya Allah sahaja yang layak menilai kualiti solat hambanya. Tapi kini dalam kalangan belia, siswa terutamanya, bila melihat mereka melakukan solat yang jelas seperti melepaskan batuk di tangga, begitu sambil lewa. Solat macam tak mahu solat, seperti terpaksa. Malah rukuk dan sujud seperti burung gagak yang sedang mematuk makanan. Beginikah kita ketika berhadapan dengan Allah? Masa 24jam sehari kurniaan Allah, tetapi kita penuhi masa itu lebih kepada keduniaan. Kiasannya, jika anda terpilih utk melakukan persembahan dihadapan Sultan atau Perdana Menteri, mereka yang conduct persembahan itu mesti mahu memberikan persembahan yang terbaik, begitu juga anda. Andaikan juga atlet2 negara yang mahu memberikan persembahan terbaik mereka untuk mendapat "markah" dan "kedudukan" yang tinggi. Tetapi mengapakah bila kita berhadapan dengan Pencipta kita, Allah Yang Maha Besar, kita tidak memberikan yang terbaik. Ingatlah solah yang kita lakukan itu adalah untuk dipersembahkan kepada Allah. Ketahuilah bahawa Allah adalah dzat yang Maha Thayyib (suci bersih dr stiap kekurangan, aib dan keburukan), dan Allah tidak menerima kecuali yang baik.

    Lebih teruk lagi, mereka lebih mementingkan perkara2 keduniaan drpd solat. Mereka sudah mabuk dengan dunia hiburan. Sanggup solat lewat kerana berkiblatkan permainan computer ciptaan manusia, filem2 rekaan manusia, sukan2 anjuran manusia dan perkara dunia lain2. Bagaimana pula jika ajal sampai ketika sibuk melayan keduniaan, tidak sempat hendak mempersembahkan solat terakhir kita kepada Allah Ya Ghafur.

    Nauzubillah ada juga yang terlepas waktu solat dalam akal yang sedar dan hanya selamba mengqada’kan solat tanpa perasaan takut dan menyesal kepada Allah. Tapi bagi mereka yang masih ada kesedaran utk melakukan solat itu lebih baik daripada mereka yang langsung tidak melakukannya. Namun masalah mereka ini adalah tiada usaha utk menyempurnakan ibadah yang diperintahkan kepada Pencipta kita sendiri. Semoga Allah memberi kesempatan utk membuka mata hati mereka dan bertaubat selagi masih diberi peluang olehNya untuk bernafas.

    Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu. (Adz-Dzaariyat : 56)

    Penyelesaian

    Penyelesaian kepada masalah ini adalah perkara yang saya bincangkan pada permulaan. Jika hadirnya rasa cinta kita kepada Allah, semuanya akan berubah. Allah yang bersifat Ar Rahim mengasihani hamba ciptaanNya, mengapa kita masih sombong tidak berusaha untuk menyintainya. Seringlah kita berdoa kepada Allah utk diberi secebis hidayah dan rasa cinta kepadaNya, kerana hidayah itu milik Allah. Namun doa harus diiringi dengan usaha, berusahalah untuk mendalami jalan kehidupan Islam yang memberi banyak ketenangan. Cubalah sedikit demi sedikit utk berubah, InsyaAllah Allah akan menolongmu jika kamu menolong diri kamu sendiri untuk mendekati Allah.

    Saya memegang kepada prinsip, "The Rule of Little", biar kita buat sesuatu itu sedikit demi sedikit tetapi berterusan, lama2 kerana berkat usaha kita yang ikhlas itu kita akan terbuka hati dan menjadi lebih mampu untuk melakukan yang lebih dan berterusan."

    MANTAPKAN SOLAT KITA. Itulah antara usaha yang insyaAllah akan dapat membantu kita mengenali cinta Allah dan RasulNya.

    Kesan rasa cinta ini sungguh ajaib, kita mula seronok beribadah, dapat merasa kelazatan bersolat, mula mementingkan solat di awal waktu, mula meninggalkan perkara kemungkaran, makruh dan haram yang sering dilakukan dahulu, kita sudah mula untuk memberi yang lebih baik daripada yang selalunya kepada kekasih kita Allah, seperti lebih mengutamakan solat berjemaah. (marilah berdoa agar kita dijadikan dalam golongan tersebut, Allahumma Amin)

    Saya yakin dalam kalangan kita, kita berkumpul kerana adanya rasa cinta kita kepada Allah bukan? Namun seringlah berdoa dan berusaha untuk meningkatkan lagi rasa cinta kita itu agar benar2 dapat merasai kelazatan iman dan kelazatan beribadah. Pohonlah agar tidak terpesong.

    Nabi SAW berdoa sampai menangis-nangis dan diulang-ulangkannya doa ini sehingga mencemaskan para sahabat:

    “Rabbana la tuzi` qulubana ba`da izhadaitana, wa hablana min ladunka rahmah. Innaka antal wahhab.”

    “Ya Allah, janganlah Engkau gelincirkan hati kami setelah Engkau beri hidayah kepada kami, dan berikanlah kepada kami daripada sisiMu rahmat kasih sayang yang banyak. Sesungguhnya Engkaulah Tuhan yang boleh memberi segala-galanya.” (Hadith Riwayat An-Nasa`i)

    Gangguan syaitan itu berterusan. Dan pohonlah agar dibuang rasa riak dan takabbur ketika beribadah. Ingatlah dunia ini bersifat fana,sementara.. manakala akhirat pula bersifat baqa’ iaitu kekal buat selama-lamanya.

    Tentang kata hikmah yang saya ungkapkan di awal kata tadi, dapat dirumuskan bila kita sudah berjaya mencintai Allah dan beristiqamah, barulah kita dapat menyintai diri kita sendiri. Setelah bersedia, barulah kita boleh menyintai orang lain, seperti contoh bakal isteri kita, barulah rumah tangga yang hendak dibina itu berlandaskan jalan Islam yang sebenar-benarnya.

    Diri ini tidaklah sebaik mana. Sekadar untuk memusabahkan diri. Apa yang baik itu datang dari Allah, apa yang tidak baik datang dari kelemahan saya sendiri, jazakallahu khairan kathira.

    Thursday, March 25, 2010

    FACEBOOK: Photos & Tagging Yang Mengundang Dosa

    Ustaz Abu Umair (http://abuumair1.wordpress.com/)

    Ketika mula-mula saya mendaftar dan menyertai laman rangkaian sosial Facebook, saya tertarik dengan satu fungsi dalam aplikasi ‘Photos‘ yang dikenali sebagai ‘Tagging‘. Mungkin dalam Bahasa Melayu boleh diterjemahkan sebagai ‘penandaan’.

    Fungsinya, pengguna Facebook yang muat naik gambar ke dalam album fotonya boleh melakukan ‘tagging‘ iaitu menanda pengguna-pengguna lain yang ada dalam gambar tersebut. Aturannya ringkas, semudah ABC, dan hasilnya gambar-gambar yang ditanda itu secara automatik akan masuk dalam senarai ‘Photos of‘ bagi pengguna lain yang ditanda.

    Menariknya fungsi ‘tagging‘ dalam aplikasi ‘Photos‘ ini, ialah semua gambar-gambar yang dilakukan tagging kepada seseorang pengguna akan terkumpul di bahagian ‘Photos‘ di profile nya. Mungkin pengguna tersebut tidak pernah mempunyai atau melihat gambar yang ditagkan itu. Tetapi ‘tagging‘ membantu pengguna mendapatkan dan mengumpulkan gambar-gambarnya yang ada pada orang lain. Itu dari sudut positifnya.

    Dari sudut yang lain, tagging adalah satu operasi penyebaran gambar kepada khlayak pengguna Facebook secara berleluasa. Lagi banyak nama-nama yang ditag pada satu-satu gambar, bererti makin ramai pengguna yang dapat melihat gambar tersebut. Contohnya, satu gambar ditagkan kepada 10 pengguna, dan setiap pengguna secara purata mempunyai 200 orang kawan atau ‘friends‘. Bererti sekurang-kurangnya 2000 pengguna dapat menatap gambar tersebut.

    altJadi apa masalah dengan penyebaran gambar ini? Masalahnya ialah apabila gambar yang ditagkan kepada ramai pengguna itu mengandungi unsur yang tidak baik. Contohnya, pendedahan aurat atau lain-lain kandungan yang mengaibkan dan menjatuhkan maruah.

    Saya sedih melihat sebahagian rakan-rakan pengguna Facebook yang makin terhakis rasa malunya. Tidak segan memuat naikkan gambar-gambar yang mendedahkan aurat lagi mengaibkan. Yang lelaki meletakkan gambarnya tanpa berbaju, memperagakan pusatnya, berseluar pendek, menampakkan pehanya. Yang perempuan meletakkan gambar sekumpulan anak dara waktu di asrama wanita dengan masing-masing berpakaian tidur mendedahkan rambut dan aurat lain.

    Kemudian, gambar-gambar mengaibkan ini disebarkan pula dengan cara tagging kepada pengguna lain seberapa ramai yang boleh. Sekurang-kurangnya dia telah melakukan dua kesalahan.

    Pertama: Memuat naikkan gambar yang mendedahkan aurat, dan memberi peluang kepada pengguna lain dari kalangan rakan-rakannya menatap gambar-gambarnya yang mendedahkan aurat. Hukumnya, rata-rata ahli fatwa berautoriti pada zaman kini berpendapat memperlihatkan gambar mendedahkan aurat kepada orang lain adalah haram. Ia termasuk dosa bantu-membantu dalam perkara maksiat.

    Kedua: Menyebarkan gambar tersebut kepada rakan-rakan pengguna lain melalui fungsi ‘tagging‘, mendedahkan lagi gambar tersebut kepada khalayak pengguna yang lebih ramai. Dosanya lebih besar, kerana dia menjadi penyebab kepada berleluasanya satu maksiat kepada Allah. Kaedah dalam agama menyatakan orang yang menunjukkan kepada satu kejahatan, akan dibebankan dengan dosa tersebut dan dosa orang yang melakukannya.

    Amat malang orang yang dibebankan dengan dosa yang banyak lagi berterusan, disebabkan oleh perbuatannya menyebarkan gambar yang demikian.

    Saya menyeru kepada semua rakan-rakan pengguna Facebook, jika ada gambar-gambar yang dimuat naikkan mengandungi unsur yang mendedahkan aurat dan mengaibkan, wajarlah ia dipadam. Jangan memandang perkara ini satu isu remeh. Kerana resam orang beriman, melihat satu dosa umpama gunung yang hampir menghempapnya. Sebaliknya resam orang kafir, melihat satu dosa umpama lalat yang hinggap di batang hidungnya.

    Wednesday, March 24, 2010

    Ya Rasulullah! Kami juga mencintaimu!!


    http://www.youtube.com/watch?v=d9KRY6KlOeE

    Kisah Cinta Rasulullah Kepada Umatnya

    Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.

    Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

    Pagi itu.. Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,

    “Wahai umatku.. kita semua ada dalam kekuasan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya..”

    “Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur’an dan sunnahku..”

    “Barangsiapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk syurga bersama-sama aku..”

    Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

    Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca..

    Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya..

    Usman menghela nafas panjang..

    Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam..

    Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

    “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.

    Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia..

    Tanda-tanda itu semakin kuat.

    Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

    Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

    Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.

    Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

    Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

    “Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

    Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

    “Maaflah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup daun pintu.

    Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

    “Siapakah itu wahai anakku?”

    “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

    Lalu Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang..

    “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasullullah.

    Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

    Malaikat maut dating menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

    Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

    “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.

    “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

    Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

    “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.

    “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

    “Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya’,” kata Jibril.

    Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas..

    Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang..

    “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini..” perlahan Rasulullah mengaduh.

    Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

    “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantara wahyu itu.

    “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal..” kata Jibril.

    Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

    “Ya Allah!! Dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua seksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku!”

    Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

    “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

    Di luar pintu tangisan mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

    Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan..

    “Ummatii.. Ummatii.. Ummatii..”

    Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu..

    Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaih.

    Betapa cintanya Rasulullah kepada kita..

    Kami juga mencintaimu Ya Rasulullah..

    Dan cinta itu..

    ..akan kami buktikan.